Kepribadian Ganda (Dissociative Identity Disorder)
Gangguan kepribadian ganda adalah kondisi di mana terdapat dua atau lebih kepribadian yang berbeda di dalam satu tubuh. Dua sosok ini masing-masing berdiri sendiri. Kekerasan fisik, emosional, atau seksual yang terjadi secara berulang-ulang pada masa usia dini berisiko menyebabkan kondisi ini.
Kepribadian ganda dikenal dengan sebutan Gangguan Identitas Disosiatif (Dissociative Identity Disorder). Sebenarnya, sebagian orang pernah mengalami disosiatif ringan, misalnya melamun atau hilang arah ketika sedang mengerjakan sesuatu. Namun, kepribadian ganda adalah bentuk dari disosiatif yang sudah berat.
Tanda-Tanda Gangguan Kepribadian Ganda
Masing-masing dari dua atau lebih kepribadian pada gangguan kepribadian ganda memiliki identitas berbeda satu sama lain. Setiap kepribadian berbeda dalam hal pola pikir, cara berbicara, perilaku, jenis kelamin, usia, dan ras. Masing-masing kepribadian dapat memegang kendali penuh atas tubuh si penderita secara bergantian.
Perempuan dianggap lebih berisiko mengalami gangguan kepribadian ganda. Terbukti dari hasil penelitian yang menyatakan bahwa jumlah pasien penyakit ini, antara laki-laki dan perempuan adalah 1:9.
Penelitian mengenai hal ini masih berlanjut.
Gangguan kepribadian ganda sering disama-artikan dengan skizofrenia, padahal kedua gangguan ini jauh berbeda. Skizofrenia adalah gangguan mental yang salah satu gejala utamanya sering berhalusinasi, yaitu melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata. Orang dengan skizofrenia tidak mengalami kepribadian ganda.
Tanda-tanda lain pada gangguan kepribadian ganda adalah:
- Sering berada di suatu tempat, tapi tidak ingat alasan dia berada di tempat itu.
- Mengalami penyimpangan ingatan. Penderita sering lupa tanggal penting dalam hidupnya, seperti tanggal lahir, tanggal kelahiran anak, atau tanggal Sifat lupa ini dinilai jauh lebih parah dibandingkan sifat lupa yang normal.
- Bertemu dengan orang asing yang menyatakan pernah bertemu penderita sebagai orang lain
- Mendengar suara-suara asing di dalam kepala.
- Individu yang satu dapat melihat kehidupan individu lainnya, selayaknya orang yang sedang menonton kehidupan orang lain.
- Dipanggil oleh orang lain dengan nama yang berbeda.
- Depresi.
- Sering dilanda rasa panik, cemas berlebihan, perubahan suasana hati, dan mengalami gangguan tidur (insomnia).
- Adanya kecenderungan untuk bunuh diri.
- Sering merasa sedih, marah, dan merasa tidak berharga.
Perlu diketahui bahwa sejauh ini belum ada pemeriksaan yang akurat untuk memastikan apakah seseorang mengalami gangguan kepribadian ganda atau tidak. Sebagian ahli bahkan menganggap bahwa gangguan kepribadian ganda itu tidak ada. Ada juga yang menganggap bahwa kepribadian ganda adalah mitos berdasarkan budaya.
Orang dengan kepribadian ganda mungkin akan kesulitan dalam menjaga hubungan dengan orang-orang di sekitarnya, dapat menyakiti diri sendiri, menyakiti orang lain, atau menyalahgunakan obat-obatan. Terapi yang akan dijalani oleh penderita akan berfokus agar penderita nyaman berhubungan dengan orang lain dan mencegah penderita melakukan hal-hal berbahaya.
Berikut adalah ciri-ciri orang yang memiliki kepribadian ganda:
- Penderita memiliki dua kesadaran yang berbeda-beda kemampuannya dapat berubah-ubah sesuai kepribadiannya. Misalnya saat dia pandai sekali bermain musik, beberapa jam lagi tiba-tiba dia tidak bisa memainkannya
- Penderita merasa tidak mendiami tubuh sendiri atau merasa terpisah dengan tubuh sendiri.
- Kebanyakan dari mereka mengidap amnesia (hilang ingatan jangka pendek)
- Seringkali mengalami distorsi waktu (kehilangan waktu)
- Pola pikir, cara berbicara, dan wataknya berubah-ubah seiring kepribadian yang sedang mengambil alih tubuhnya.
- Kadang merasa tidak sadar dimana ia berada sekarang dan tidak sadar kapan dan mengapa dia bisa berada disana.
- Tidak mampu mengingat informasi penting yang berhubungan dengan dirinya.
- Sering menemukan suatu benda yang tidak ia ketahui kenapa ia memilikinya (misalnya dia memiliki sebuah gitar padahal ia merasa tidak pernah bisa bermain gitar.
- Memiliki masa lalu yang menyedihkan
- Sering merasa sakit kepala dan skizofrenia (mendengar banyak suara-suara di kepalanya)
- Tidak peminum minuman beralkohol maupun pengguna narkoba

Comments
Post a Comment